• Flickr Photos

    traktor quick

    quick 1000

    Ehm_caem00k2

    perguruan tinggi asia

    More Photos
  • Spam Blocked

  • i'm on yahoo! messenger

  • Arsip

  • Kategori

  • Top Post

  • Sahabat

  • Blog Stats

    • 12,426 hits
  • Tulisan Terakhir

  • RSS halo sobat

  • RSS Wanabakti ponorogo

  • RSS Arifudin dot Net

  • Dasa Darma pramuka

    Setiap anggota Gerakan Pramuka wajib memahami isi
    dan makna Dasa Darma Pramuka yang merupakan ketentuan moral. Dalam
    kegiatan Pramuka di tingkat gugus depan, Dasa Darma menjadi materi
    wajib di setiap tingkatan, baik penggalang, ramu, rakit, dan terap.

    KALAU dilihat dari isi materi tersebut, ternyata
    Dasa Darma memiliki nilai kandungan dalam diri manusia sebagai pribadi
    manusia seutuhnya. Metode penghafalan materi tersebut dalam kegiatan
    Pramuka sudah banyak yang diperkenalkan oleh para pembina, dengan cara
    tersendiri.

    Penulis pun sebagai pembina di lapangan memiliki
    cara atau pedoman agar siswa dapat menghafal Dasa Darma Pramuka dengan
    mudah. Pedoman itu adalah Ta-Ci-Pa-Pat-Re-Ra-He-Di-Ber-Su.

    Dasa Darma Pramuka itu

    1. Ta: Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai
    pribadi yang lemah, kita harus menyembah Tuhan YME. Dia adalah pencipta
    yang ada di bumi dan di langit dan segala makhluk yang terlihat maupun
    tidak terlihat. Sebagai pribadi lemah dan ciptaan-Nya, kita wajib
    menjalankan perintah-Nya. Contohnya, sebagai muslim mengerjakan salat
    lima kali sehari semalam, membaca Alquran, puasa, dan lain-lain.

    2. Ci: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
    Selain sebagai makhluk pribadi, kita juga sebagai makhluk sosial.
    Artinya, makhluk yang tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu teman,
    bergaul, bertetangga. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita
    memerlukan bantuan orang lain.

    3. Pa: Patriot yang sopan dan ksatria. Sebagai
    Pramuka, kita harus berperilaku yang sopan. Tindak-tanduk dalam
    bersikap dan bertutur kata mesti diperhatikan. Kesopanan melambangkan
    pribadi seseorang di tengah-tengah pergaulan dalam masyarakat.

    4. Pat: Patuh dan suka bermusyawarah. Dalam situasi
    dan kegiatan apa pun, anggota Pramuka wajib taat dan patuh terhadap
    aturan yang berlaku, dan dalam kegiatan Pramuka selayaknya
    bermusyawarah dalam mengambil keputusan terbaik dan memuaskan.

    5. Re: Rela menolong dan tabah. Pramuka senantiasa
    rela dalam menolong tanpa membedakan agama, warna kulit, suku, dan
    sebagainya, dan harus didasari oleh hati yang ikhlas, tulus, tanpa
    diembel-embeli oleh sikap ingin dipuji. Dalam setiap perjuangan itu
    seorang anggota Pramuka harus tabah menghadapi gangguan, tantangan,
    halangan, dan hambatan.

    6. Ra: Rajin, terampil, dan gembira. Anggota Pramuka
    itu harus rajin melakukan sesuatu yang positif. Kegiatan ketika ia
    berada dalam pembinaan Pramuka harus diimplementasikan dalam kegiatan
    sehari-hari. Jangan rajin karena waktu penggodokan dalam kegiatan,
    tetapi harus dibuktikan ketika ia di rumah, di sekolah. Dalam
    melaksanakan kegiatan itu pun harus dilaksanakan dengan senang dan
    gembira.

    7. He: Hemat, cermat, dan bersahaja. Ada ungkapan
    yang mengatakan “hemat pangkal kaya”. Betul sekali dengan berhemat,
    tidak menghambur-hamburkan uang untuk jajan, tidak berhura-hura untuk
    kepentingan sesaat merupakan awal menjadi orang kaya. Pramuka harus
    cermat dalam pengeluaran uang, memprioritaskan apa yang harus dibeli
    atau didahulukan, dan mana yang tidak perlu janganlah dibeli. Meskipun
    ia kaya, seorang Pramuka jangan sombong di depan orang lain, jangan
    angkuh, bersahaja dalam bergaul.

    8. Di: Disipilin, berani, dan setia. Anggota Pramuka
    harus hidup dengan disiplin, baik dalam waktu belajar di sekolah,
    bermain, dan sebagainya. Kalau Pramuka seperti itu maka hidup tak akan
    percuma, tetapi akan berguna dalam mencapai cita-cita. Anggota Pramuka
    harus berani karena benar, tetapi takut karena salah. Jangan berani
    karena kesalahan, beranilah karena kebenaran. Pramuka harus setia
    terhadap janji setianya karena itulah nilai-nilai luhur pribadi manusia.

    9. Ber: Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
    Setiap anggota Pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah
    ia perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan. Ia harus
    konsekuen karena ini adalah modal dari kepercayaan terhadap kita.

    10. Suc: Suci dalam pikiran, perkataan, dan
    perbuatan.
    Inilah pribadi manusia yang sejati, bersih pikiran, tidak
    ada iri dan dengki.

    Jika semua anggota Pramuka memahami itu semua, insya
    Allah ia akan menjadi pribadi yang tangguh, bermanfaat bagi diri
    sendiri, bangsa, dan negara.

    4 Tanggapan

    1. saia cuman hapal Pancasila…

      :mrgreen:

    2. masak sih…
      emangnya km paham semua
      pramuka biasanya hanya dipakai ajang cari gebetan aja khan….

      Silahkan baca http://arifudin.wordpress.com/2008/10/30/bedanya-apa-sich-pacar-pramuka-sama-non-pramuka/ bila ingin bilang lebih banyak :twisted:

    3. SAYA KURANG SETUJU KALAU PRAMUKA ITU DI PAKAI SEBAGAI AJANG CARI JODOH. ORANG YANG BETUL BETUL MENGERTI APA ITU PRAMUKA AKAN BERPIKIR LEBIH LOGIS. MENURUT SAYA PRAMUKA ITU ADALAH UNTUK MENDIDIK MENTAL DAN KEDISIPLINNAN( ITU PENGALAMAN SAYA SELAMA MENJADI ANGGOTA PRAMUKA) DI PRAMUKA SAYA BANYAK MENDAPATKAN PENGALAMAN DAN PEMBELAJARAN YANG SANGAT BERARTI, DI PRAMUKA SAYA BISA MENCIPTAKAN RASA PERSOUDARAN DAN KEKELUARGAAN ANTARA SESAMA ANGGOTA PRAMUKA MAUPUN KEPADA YANG TIDAK MENJADI ANGGOTA PRAMUKA.

      Silahkan beragumen, bebas kok, dan saya tidak pernah menulis bahwa PRAMUKA ITU DI PAKAI SEBAGAI AJANG CARI JODOH. iyakan? he..he.. dan anda letak komentarnya bukan disini seharusnya, tapi di sini http://arifudin.wordpress.com/2008/10/30/bedanya-apa-sich-pacar-pramuka-sama-non-pramuka/#more-109. dan forum tempat saya mengutip tulisan aslinya sudah ditutup ;)

    4. [...] kepramukaan adalah meningkatkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan, yakni Satya dan Darma Pramuka kepada seluruh peserta didik, sehingga mereka dapat dipersiapkan menjadi kader pimpinan bangsa yang [...]

    Komentar telah ditutup