Wanabakti Ponorogo dalam pawai pembangunan

Kemarin pada hari jum’at tanggal 28 agustus 2015, pemerintah kabupaten Ponorogo menyelenggarakan even tahunan dalam memeriahkan kegiatan bulan agustus. Pawai pembangunan yang pada tiap tahun dilaksanakan ini diikuti oleh setiap dinas, instansi, organisasi, ormas dari seluruh lapisan masyarakat Ponorogo.

20150828_111235

Dari Saka wanabakti Ponorogo sendiri bersama dengan pihak Perhutani tak ketinggalan untuk berpartisipasi dalam even tahunan tersebut.

Yup dengan mengusung tema hutan, sesuai bidang yang di geluti, jadilah mobil hias dengan pernak-pernik yang menggambarkan hutan beserta hasil serta ajakan untuk merawat hutan demi kehidupan yang lebih baik serta mencegah kebakar hutan.

Start di mulai dari depan paseban alon-alon Ponorogo, pukul 13.30 wib, keliling kota sampai finish kembali di alon-alon Ponorogo.

SAM_4893

20150828_111417

Satpol PP Diganti Pramuka Saja?

Ketika kemarin sedang berselancar didunia maya, mencari berita tentang perkembangan bentrokan mbah priok, saya menemukan sebuah tulisan opini yang sangat menarik untuk dibaca, tulisan tersebut ditulis oleh Nyoman Brahmandita yang dimuat di portal inilah.com. dan berikut opini beliau, selamat membaca :

Belum genap satu pekan Satuan Polisi Pamong Praja alias Satpol PP merayakan hari jadinya yang ke-60. Tetapi Satpol PP sebagai fungsi pemerintahan yang harus mengemong rakyat, justru menjelma menjadi musuh rakyat.

Bentrokan antara Satpol PP DKI Jakarta melawan masyarakat Koja, Jakarta Utara sepanjang hari Rabu (14/4) kemarin lebih mirip peperangan. Saling serbu, saling serang. Pukulan berbalas gebukan. Lempar melempar batu pun laiknya hujan batu.

Puluhan atau mungkin ratusan korban dari dua kubu pun berjatuhan. Apapun inti persoalannya, seharusnya bentrokan yang berujung pada kerusuhan itu sama sekali tidak perlu terjadi.

Bentrokan antara Satpol PP dengan masyarakat telah amat sering terjadi. Hanya satu hari sebelumnya (Selasa, 13/4), misalnya, Satpol PP Kota Tangerang sudah lebih dulu bentrok dengan masyarakat Cina Benteng di Kelurahan Sewan, Cisadane, Tangerang.

Peristiwa kerusuhan di Koja, Jakarta Utara kemarin itu, menunjukkan realitas sosial bahwa masyarakat selama ini tidak menaruh simpati kepada Satpol PP. Cara-cara yang dipilih Satpol PP dalam menjalankan tugas-tugasnya menegakkan peraturan daerah, seringkali justru menimbulkan sikap antipati dari masyarakat.

Ulah oknum-oknum Satpol PP yang seringkali terlihat semena-mena, sewenang-wenang, asal gusur, dan tidak manusiawi, membuat citra Satpol PP di mata masyarakat sedemikian buruknya. Ini tentu sangat ironis.

Baca lebih lanjut