7 langkah dalam menghadapi kecelakaan


Kegiatan pramuka sering berada di alam terbuka dan bebas, seperti penjelajahan, panjat tebing, arung jeram, menyelam, pendakian dan lain-lain. maka bukan tidak mungkin ada hal-hal kejadian yang tidak diinginkan, yakni kecelakaan. Meski kita sebelumnya sudah merencanakan secara matang kegiatan dialam bebas, tapi yang namanya kecelakaan bisa saja terjadi meski itu adalah bukan hal yang telah kita rencanakan. Nah bila terjadi kecelakaan, langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Ambil alih situasi : Pemimpin kelompok/ketua panitia kegiatan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keselamatan seluruh anggota kelompok. Adapun usaha evakuasi, merupakan tanggung jawab pemimpin P3K dkelompok tesebut.
  2. Dekati korban : Jaga korban dari cidera lebih lanjut dengan hati-hati. Juga, jangan sampai anggota lain ikut cidera sewaktu mendekati korban.
  3. Lakukan pertolongan pertama : Pemimpin P3K memberikan petunjuk pada lainnya untuk memindahkan korban pada tempat yang lebih aman jika diperlukan dan melakukan pemeriksaan utama untuk mengetahui dan memberikan pertolongan jika kondisi penderita sangat fatal. Pemimpin P3K harus melakukan pemeriksaan ABCD (airway, breathing, circulation, disability) dan melakukan CPR (pernafasan buatan) jika diperlukan.
  4. Lindungi korban : Pemimpin P3K harus mewaspadai tanda-tanda dan gejala-gejala shock dan memberikan perlindungan, pakaian kering, dukungan psikologis, dan perawatan yang sensitif.
  5. Periksa luka lainnya : Pemimpin P3K harus memeriksa jika ada luka atau keluhan lainnya pada korban dan mencatatnya agar bisa dilaporkan pada tenaga medis nantinya.
  6. Buat rencana : Ketua kelompok setelah berunding dengan pemimpin P3K harus memutuskan cara yang baik untuk melakukan evakuasi korban.
  7. Membawa korban : Jaga dan ingat kebutuhan korban dan secara teratur memeriksa serta memonitor keadaan korban sekaligus juga kemajuan rencana evakuasi.

Itulah langkah-langkah yang harus dilakukan jika dalam kegiatan pramuka atau kegiatan apapun terjadi kecelakaanūüėČ

Referensi : Panduan teknis pendakian gunung, hendri agustin.

3 Tanggapan

  1. kenangan yang tak terlupakan ,,,,d pletuk……”WANABAKTI BITAGURE”

  2. […] simpul yang digunakan untuk climbing/panjat tebing, simpul untuk memancing, simpul untuk menghadapi darurat, simpul untuk hiasan/kerajinan, dan berbagai jenis simpul […]

  3. […] Tas, ransel, carrier, atau sejenisnya adalah peralatan yang sangat penting bagi pramuka dalam setiap kegiatan outdoor. Kegiatan seperti penjelajahan, pendakian gunung, membutuhkan keahlian khusus dalam menata barang dalam ransel, agar semua item bisa masuk dan sesuai dengan keadaan track jalan, sehingga bisa mengemat energi dan mengurangi kemungkinan cidera. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: